| Catatan HarianKu |
| Tulisan Harian Akoe |
|
Monday, November 07, 2005
Arti Cinta Menurutku (2003)Jakarta, 23 november 2000:Cinta: Kutanya cintaDan apa yang kudapatKutanya artiDan apa yang kucari Tiada beda antara sebuah perasaanAntara menyukai dan mencintaiLebih tulus dari sebuah kasihItu adalah sejati yang hidup dari dalam diri Kucari kasihDan apa yang kuinginKutanya hatiDan apa yang kurasa Tiada beda antara pendosa dan sang baikHidup dalam satu tubuh Antara menyakiti dan menyenangiitu kunamakan cinta sejati
Katakoe Pada PerasaanMelbourne,Sometime in 2000Kataku pada sebuah perasaanMenentu dari jalan tak berubah Kini kau hadir kembaliSalahkah kini aku memanggilmu? Melihatmu yang terbuai diam Kataku pada melankoliaSalahkah kini kusembunyikan candaku Menutupi hati bergeloraSalahkah kini kuterdiamberada dari majas-majas bisu? Kataku pada dirikuSalahkah kini aku menyukaimuYang hadir dari bunga mimpiSalahkah kini kupercayaibukan ikatan yang kucari? Aku menacari dirikuBagianku yang hilangTerbawa bersamamuDi sirat-sirat sik
Katakoe Pada WaktuMelbourne,September 2000Kata Waktu pada diriku: "Lihatlah dia yang merasa di tinggikan, Lihatlah dia yang berlidah bisu,Lihatlah dia yang memakai topeng dan lihatlah dia yang bertanya pada dirinya" Bukan kah alam telah berbisik? Bukankan nada telah di alunkan? Bukankah canda telah bertemu tawa? dan bukankah aku telah bernyanyi akan engkau? Lagu dalam alunan, Tinggi dalam kerendahan,keterbukaan dalam kesepian,akhir dari suatu permulaan. Kata-kata mula yang tak pernah tersadar,Tidur selalu dalam lubuk hatinya. Dan akulah yang berkata: Sebuah ampas dari kesepian dan akulah yang menanggis, Sebuah tulisan yang tak berucap dan akulah yang tertawa, Sebuah kebodohan yang tiada menyes
Puisi Puisi- made by me somewhere 2002Kau yang menghidupi hausnya Jiwaku... Terlukis dari kata-kata sendiri Berisikan risalah hati yang tiada henti.. Penghapus Lipur Lara Waktu Sejenak Pelepas Dahaga suara terpendam Penyambung Lidah Yang Kelu Pembungkam Amarah terpendam Kini kamu kumpulan nyawa nyawaku Terabadikan lewat suatu seni bercorak Menulis seperti memukul Bernyanyi seperti melukis Puisi Puisi tiada bernafas romantisme Puisi Puisi tiada beryawa melankolis Puisi Puisi tiada bermajas kesenian Hanya merupakan kumpulan ceritakoe akoe, Nixon
|
About Weblog Jadi Kritikus ga kesampean. Jadi politikus ga kesampean. Yang penting masih punya suara hati
Archives
06/01/2002 - 07/01/2002
07/01/2003 - 08/01/2003
08/01/2003 - 09/01/2003
09/01/2003 - 10/01/2003
10/01/2003 - 11/01/2003
02/01/2004 - 03/01/2004
03/01/2004 - 04/01/2004
05/01/2004 - 06/01/2004
08/01/2004 - 09/01/2004
09/01/2004 - 10/01/2004
10/01/2004 - 11/01/2004
11/01/2004 - 12/01/2004
12/01/2004 - 01/01/2005
01/01/2005 - 02/01/2005
02/01/2005 - 03/01/2005
03/01/2005 - 04/01/2005
04/01/2005 - 05/01/2005
05/01/2005 - 06/01/2005
06/01/2005 - 07/01/2005
07/01/2005 - 08/01/2005
08/01/2005 - 09/01/2005
09/01/2005 - 10/01/2005
10/01/2005 - 11/01/2005
11/01/2005 - 12/01/2005
12/01/2005 - 01/01/2006
01/01/2006 - 02/01/2006
02/01/2006 - 03/01/2006
05/01/2007 - 06/01/2007
10/01/2007 - 11/01/2007
12/01/2007 - 01/01/2008
01/01/2008 - 02/01/2008
02/01/2008 - 03/01/2008
04/01/2008 - 05/01/2008
08/01/2008 - 09/01/2008
Great Links
Links
Goes Online
online
Komentar
|